ARSIP BERITA
Pesantren adalah Penjaga Moral
Dari dahulu sampai sekarang, pesantren adalah penjaga moral. Para santri selalu menjadi sekelompok orang yang menunjukkan sikap tegas terhadap mana yang benar dan mana yang salah. Namun sayang, bangsa Indonesia tidak menunjukkan penghargaan sepatutnya terhadap lembaga milik ummat ini. Pesantren selalu diperlakukan sebagai lembaga pendidikan "kelas dua."
Pernyataan itu disampaikan oleh Ustadz Mansyur di hadapan ratusan santri dan jemaah acara Tabligh Akbar dan Penutupan Pekan Maulid Nabi SAW di Kampus 1 Daarul Uluum Bantarkemang, Sabtu 11 April 2010.
Mansyur, selanjutnya, mengajak para jamaah, khususnya para santri, untuk tetap bangga dengan identitas islam dan identitas kesantriannya. Dengan tetap menjaga kebanggaan itulah pesantren akan tetap eksis dalam situasi zaman seburuk apapun.
"Mari kita tunjukkan bahwa para santri adalah orang-orang yang secara moral sangat layak mengurus bangsa ini. Negara dan masyarakat akan semakin rusak jika tetap diurus oleh orang-orang yang memiliki mental korup" ujarnya yang disambut dengan tepukan ramai para hadiri.
Sambutan meriah para jamaah dapat dimafhumi mengingat Mansyur adalah penceramah muda yang merupakan alumni Daarul Uluum Kampus 1 Bantarkemang. Di sela-sela ceramahnya, Manysur beberapa kali menyisipkan anekdot nostalgianya saat masih menjadi santri di pesantren ini.




















