ARSIP KISAH JENAKA
Makan Angin
Sore itu, Ustadz Fulan sedang melayani wali santri yang sedang datang berkunjung. Obrolan mengalir santai di ruang tamu.
Karena sesaat lagi jam makan sore tiba, Ustadz Fulan meminta istrinya segera menyediakan makan sore untuk tamunya. Sang istri mengiyakan dan langsung beranjak ke dapur pesantren. Sementara itu, ustadz Fulan pun melanjutkan obrolannya dengan sang tamu.
Lima belas menit kemudian, Ustadz Fulan pun mengajak tamunya ke meja makan di bagian dalam rumah. Ia mengira istrinya tentu sudah selesai menyiapkan menu makan sore itu. Betul saja, hampir seluruh permukaan meja makan tertudup tudung saji.
Tanpa ragu, sang tamu dipersilahkan duduk. Lalu sambil tetap melanjutkan obrolan ringan, tudung sajipun dibuka.
Alangkah malunya sang ustadz kepada tamunya karena setelah tudung saji diangkat, tidak ada secuil makanan pun di atas meja. Sang tamu yang sudah merasa lapar hanya bisa tersenyum nyengir...
Rupanya, sang istri ustadz Fulan keasyikan ngobrol di dapur pesantren sehingga ia lupa harus menyiapkan makanan untuk suami dan tamunya yang sedang menunggu...



















